Langsung ke konten utama

Ketua Umum IP-KI H. Baskara Harimukti Sukarya Sebut Ancaman Gerakan Komunisme Nyata dan Harus Diwaspadai


JAKARTA, 

Ketua Umum Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (Ketum IP-KI) Baskara Harimukti Sukarya mengajak seluruh elemen bangsa agar tetap mewaspadai gerakan ideologi komunisme yang diyakini masih mengintai Indonesia. Meski sulit dibuktikan keberadaannya, tetapi paham komunisme di Indonesia masih sangat mungkin bersemi kembali.

“Bahwa ancaman gerakan komunisme sangat nyata dan harus diwaspadai. Apalagi jika melihat sejarah gerakan komunisme di Indonesia sejak 1926

, 1948, dan 1965. Namun memang ancaman itu kini berubah dari hard power menggunakan senjata dan kini menjadi soft power. Antara lain melalui budaya, media, sosial ekonomi, yang pada intinya mereka menunggu saat yang tepat untuk mengganti ideologi Pancasila yang selama ini telah mempersatukan kita,” ujar Baskara.


Demikian ditegaskan Baskara saat menjadi salah satu narasumber dalam Dialog Kebangsaan LIRANEWS, bertajuk “Membongkar Komunisme Gaya Baru” di Jakarta, Rabu (1/10/2025). 


Baskara menambahkan, IP-KI sebagai organisasi kebangsaan tertua di Indonesia yang didirikan pada 20 Mei 1954 oleh sejumlah tokoh besar, yakni Jenderal AH Nasution, Letjen Gatot Subroto, dan tokoh lainnya seperti Pakualam VIII selalu bertekad untuk tetap menjaga ideologi Pancasila.


Menurut Baskara, IP-KI yang memiliki sejarah panjang sejak era Kemerdekaan, mengambil posisi sebagai lembaga think tank yang senantiasa memberikan kajian dan masukan kepada pemerintah.


Kiprah IP-KI sendiri dalam upaya membendung upaya masuknya paham komunisme ke Indonesia sudah diwujudkan melalui pembentukan organisasi Patriot Pancasila yang kini dikenal luas sebagai Pemuda Pancasila (PP).


“Jadi PP adalah anak kandung IP-KI. Tetapi IP-KI sendiri bukan organisasi yang mengumpulkan massa tapi lebih memposisikan diri sebagai think tank. Dalam kaitan memperkuat ideologi Pancasila ke masyarakat, IP-KI antara lain telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga seperti Lemhannas RI,” urai Baskara.


Saat ini, diakui Baskara, gerakan PKI telah berubah bentuk yang mencoba masuk melalui berbagai sendi masyarakat guna mengubah paradigma. Salah satunya melalui propaganda dengan mencoba membenarkan G30S dari sudut pandang yang berbeda. Padahal peristiwa G30S adalah salah satu luka sejarah bagi bangsa Indonesia.


“Penyusupan ke dalam lembaga pemuda, media, pendidikan, dan bahkan organisasi keagaaman bisa dilakukan oleh mereka. Jadi memang harus tetap waspada.”


Baskara menguraikan, manipulasi fakta dan pemutarbalikan sejarah dengan menafsir ulang merupakan bagian dari konfrontasi narasi yang pada akhirnya diharapkan dapat mengadu-domba masyarakat hingga menciptakan konflik horizontal. Misalnya pertikaian antara masyarakat dan pemerintah, agama dengan pemerintah, dan sebagainya.


“Tujuannya adalah agar terjadinya instabilitas dalam negara sehingga dalam momen yang tepat mereka akan memasukkan ideologinya dan mengambil alih kekuasaan,” katanya.


Lalu, apa yang harus dilakukan? Baskara menekankan pentingnya kembali penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini. Hal ini sangat penting untuk menangkal masuknya paham komunisme ke generasi muda sekarang.


“Khususnya di kalangan muda, sangat perlu wawasan kebangsaan, cinta budaya, cinta Indonesia, nilai luhur Pancasila yang bukan hanya menghafal tetapi bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Itu saya rasa penting membuat kurikulum atau modul untuk kembali menerapkan kembali pendidikan Pancasila,” Baskara menegaskan.


Kemudian tak kalah penting adalah melakukan monitoring ideologis, bisa berupa lembaga kajian yang bersinergi antar organisasi, dan bersama menghidupkan nilai kolektif gotong-royong, menghidupkan kembali nilai tradisi kebangsaan, serta kepedulian sosial yang selama ini merupakan ciri khas bangsa Indonesia.


Namun di era digital saat ini, Baskara juga menilai penekanan kembali nilai Pancasila sekaligus menghalau paham komunisme sangat penting untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi.


“Pemahaman Pancasila harus disampaikan secara elegan dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi masa kini agar lebih tepat sasaran khususnya kepada generasi muda. Itu sebabnya kita perlu perjuangkan kepada pemerintah agar Pendidikan Moral Pancasila ditanamkan kembali di sekolah paling rendah hingga perguruan tinggi,” pungkas Baskara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Lorong Sempit ke Panggung Nasional: Inovasi RT Pro-Lingkungan Dr. Taufiq Supriadi Disorot di Sumedang

Sumedang, 1 November 2025 , Bupati Kepala Daerah Kabupaten Sumedang mengundang secara resmi  Dr. Taufiq Supriadi sebagai  narasumber pada acara  Sharing Session bertajuk "Menjaga Kelestarian Lingkungan dalam rangka mend ukung Asta Cita”  di Gedung Negara kabupaten Sumedang. (1/11/2025). Pemerintah Kabupaten Sumedang mengapresiasi kiprah Dr.  Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang memantik gerakan warga melalui inovasi lingkungan berbasis ekonomi kerakyatan dan tata kelola digital di tingkat RT. Apresiasi tersebut dinyatakan dalam Sharing Session “Menjaga Kelestarian Lingkungan dalam rangka mendukung Asta Cita”  Pada forum yang dihadiri jajaran kecamatan, kepala desa, serta perwakilan RT/RW se- Kabupaten Sumedang, Dr. Taufiq memaparkan model RT Pro-Lingkungan, diantaranya mengubah saluran air menjadi kolam budidaya Lele bertingkat, memggunakan biopori untuk membuat kompos, serta mengakselerasi transparansi RT melalui...

Kepala KPP Pratama Bandung Bojonegara Belajar dari Lorong Beton Malaka Jaya: Bagaimana RT Bisa Menginspirasi Pencegahan Krisis Planet

Jakarta Timur, Sabtu 13 September 2025 –  Di tengah kesibukan mengurus penerimaan negara, Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Bandung Bojonegara, Dr. Tubagus Oviudin, meluangkan waktu untuk turun langsung ke lorong-lorong padat penduduk RT8 RW4 Malaka Jaya, Jakarta Timur. Beliau hadir didampingi oleh pejabat fungsional pajak Tendi dan Roy, untuk mempelajari bagaimana sebuah RT mampu menjadi ikon nasional pencegahan krisis planet. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi bagian dari upaya KPP Pratama Bandung Bojonegara untuk melihat implementasi nyata pengelolaan lingkungan hidup, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi yang bisa diadaptasi di lingkungan kantor maupun komunitas pajak. “Saya kagum, di lorong beton sempit ini ternyata warga bisa mengubah saluran air, dinding, hingga atap menjadi sumber pangan, energi, dan edukasi. Inovasi seperti ini yang ingin kami pelajari agar semangatnya bisa menular ke instansi pemerintah, termasuk di KPP kami,” ujar Dr. Tubagus Oviudin. Men...

Wisudawan Inspiratif Universitas Terbuka 2025, Dr. Taufiq Supriadi, S.E., S.H., Belajar Sepanjang Hayat, dari RT ke Tiongkok

Dr. Taufiq Supriadi, S.H., bersama Istri dan Ibunda 83 Tahun mendapatkan penghargaan Wisudawan Inspiratif Universitas Terbuka 2025 Pondok Cabe, 28 Oktober 2025 Universitas Terbuka (UT) kembali menorehkan kebanggaan melalui sosok inspiratif Dr. Taufiq Supriadi, dosen bersertifikat nasional berpangkat Lektor (IV/b) dan pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), yang resmi diwisuda sebagai Sarjana Hukum Fakultas Hukum, Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Momentum itu menjadi simbol bahwa semangat pemuda untuk terus belajar dan bersatu membangun bangsa tidak mengenal usia maupun jabatan. Taufiq Akademisi, Inovator, dan Ketua RT yang Mendunia. Di luar kampus, Dr. Taufiq dikenal sebagai Ketua RT 008 RW 004 Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang berinovasi mengubah lingkungan padat penduduk menjadi pusat inovasi hijau dan pemberdayaan ekonomi warga. Ia menggagas Inovasi Pusat Percontohan Pencegah Krisis Planet kolaborasi urb...