Langsung ke konten utama

JEJAK CAKAP DIGITAL DAN JEJAK KREASI: PEMBUKA MANIS MENUJU JEJAK UTAMA YANG DINANTI

Para panitia Poto bersama dengan Staf kepresidenan Bidang Kebudayaan dan pariwisata ibu Zita Anjani 

Jakarta, 28, Juni 2025 -

Kelas PRDC26-2SP dari LSPR Institute of Communication and
Business dengan bangga mengumumkan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan
pra-acara dari kampanye ‘Jejak Berdaya’ bertajuk ‘Jejak Cakap Digital dan Jejak Kreasi’

Sabtu (21/6) lalu di RPTRA Matahari, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. Acara ini
merupakan bentuk dukungan terhadap Poin Ke-8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,
yaitu Penciptaan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, yang menjadi
salah satu dasar inisiasi kampanye ‘Jejak Berdaya’. Selain itu, kegiatan ini juga hadir untuk
mendorong pengembangan lebih lanjut dari Kampung Bedeng di kawasan RW VII,
Cempaka Putih Timur yang menjadi sasaran kampanye tersebut.
‘Jejak Cakap Digital dan Jejak Kreasi' merupakan acara yang menjanjikan serangkaian
aktivitas berwawasan yang dirancang guna memperkuat kapasitas usaha mikro melalui
pelatihan, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan. Acara ini telah diikuti 15 peserta
dari Kampung Bedeng yang terlibat secara langsung pada pelatihan teknik pemasaran di
dunia digital bersama sejumlah dosen dari LSPR Institute of Communication and
Business serta lokakarya kolaboratif dalam mengembangkan produk bersama Setali
Indonesia, komunitas yang bergerak di bidang fesyen berkelanjutan sebagai bentuk kerja
sama strategis bersama jenama sosial. Harapannya, seluruh peserta dapat terbekali
dengan keterampilan praktis tidak hanya dalam memasarkan namun juga menciptakan
produk bernilai ekonomis.
“Saya berharap kehadiran ‘Jejak Cakap Digital’ dapat mendukung sentra produksi
Kampung Bedeng untuk lebih berkembang tidak hanya di lingkup sekitar kampung saja,
namun juga dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas melalui media sosial,” ucap
Riska Afrianti, M. Si., pemateri di Jejak Cakap Digital. Senada dengan Riska, Siti Adelita Raif
Khadijah, M. Par. yang juga adalah pemateri pada sesi tersebut turut menyatakan bahwa
dirinya merasa sangat bangga dengan hadirnya program 'Jejak Cakap Digital’. Melalui
pelatihan ini, ia ingin warga Kampung Bedeng dapat memiliki bekal yang cukup untuk
memperkuat brand awareness mereka dengan UMKM lokalnya yang bergerak dalam
pembuatan sandal hotel lewat pemanfaatan e-commerce.
Sementara itu, Intan Anggita Pratiwie selaku pemateri dari Setali Indonesia berharap
bahwa setelah acara berakhir, warga Kampung Bedeng dapat mempunyai kesadaran
akan keberlanjutan melalui pengelolaan sampah menjadi produk yang memiliki nilai jual
lewat skema daur ulang. “Semoga pelatihan ini dapat turut menjadi ruang untuk
mengembangkan keterampilan serta menambah variasi produk Kampung Bedeng,”
pungkasnya.
‘Jejak Cakap Digital dan Jejak Kreasi’ tidak hanya menandai awalan yang baru bagi
Kampung Bedeng, melainkan juga menjadi wadah dalam menumbuhkan kebersamaan
dan rasa memiliki yang semakin besar terhadap potensi serta keberadaan area tersebut.

Tentang LSPR Institute of Communication & Business
LSPR Institute of Communication & Business atau Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR
merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi yang berdiri sejak tahun 1992 atas prakarsa
Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR yang berfokus pada bidang Ilmu
Komunikasi dan Bisnis dengan komitmen besar untuk terus mewujudkan lulusan yang
berkualitas dan siap bersaing di dunia profesional. Institusi ini terus berkembang dengan
memperluas jurusan serta konsentrasi yang dimilikinya hingga menjadi lembaga edukasi
terkemuka di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan industri yang dinamis.
Tentang 'Jejak Berdaya'
‘Jejak Berdaya’ merupakan sebuah kampanye pemberdayaan masyarakat prasejahtera,
khususnya pelaku UMKM yang diinisiasi LSPR Institute of Communication and Business.
Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas usaha mikro melalui pelatihan,
edukasi, dan pendampingan berkelanjutan. Program ini secara khusus menyasar
komunitas yang menghadapi keterbatasan akses terhadap informasi, modal, dan
teknologi dengan tujuan mendorong mereka untuk bangkit dan berkembang secara
mandiri tanpa terhalang oleh kondisi sosial maupun ekonomi.
Guna memenuhi kebutuhan terkait dokumentasi, sila kunjungi tautan berikut:
https://s.id/FotoKegiatanPreEvent-JejakBerdaya

Untuk detail dan informasi lainnya, harap kontak Kami melalui
0858-7888-0900
Kinara Cintaning Ryanugi
Staf Departemen Kolaborasi dan Kerja Sama

PRESS RELEASE MAIN-EVENT

SIARAN PERS
Untuk disiarkan segera
JEJAK BERDAYA: INISIATIF PENGUATAN KOMUNITAS YANG BELUM
TERAKTUALISASI SEPENUHNYA DARI AKAR RUMPUT
Jakarta, 28 Juni 2025 - Bersama masyarakat Kampung Bedeng di kawasan RW VII,
Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Kelas PRDC26-2SP dari LSPR Institute of
Communication and Business dengan bangga mempersembahkan kampanye sosial
bertajuk ‘Jejak Berdaya’ sebagai aksi konkret dalam mencapai Poin Ke-8 Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan, yaitu Penciptaan Pekerjaan Layak & Pertumbuhan
Ekonomi Inklusif. Dengan menggunakan pendekatan humanis, kampanye ini berfokus
pada penguatan kapasitas usaha mikro seperti halnya yang dimiliki Kampung Bedeng
melalui pelatihan, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan di masyarakat. Lewat
program ini, wilayah yang terkenal dengan karya produk ikoniknya berupa sandal hotel
tersebut, harapannya dapat terdorong untuk semakin berkembang secara mandiri tanpa
terhalang oleh kondisi sosial maupun ekonomi.
“Saya berharap kehadiran ‘Jejak Berdaya’ dapat menjadi awal baru tidak hanya untuk
Kampung Bedeng namun juga untuk gerakan berkelanjutan lainnya yang semoga dapat
terus memberi dampak nyata untuk warga Kampung Bedeng dan komunitas masyarakat
di luar sana,” ujar Tirta Nata Adi Wijaya, Ketua Pelaksana Jejak Berdaya. Senada dengan
Tirta, Maylaffayza Wiguna selaku dosen pengampu Mata Kuliah Community Development
turut menyatakan bahwa dirinya merasa sangat bangga dengan hadirnya program ‘Jejak
Berdaya’. Melalui program ini, ia ingin ‘Jejak Berdaya’ menjadi jejak awal dari kerja-kerja
bersama yang terus bertumbuh, berlanjut serta memberi manfaat nyata.
Sementara itu, menurut Cipto Hadi Parmanto, Kepala Sentra Produksi Kampung Bedeng,
dirinya merasa sangat bersyukur atas perhatian yang ditunjukkan lewat program ini mulai
dari pelatihan produksi hingga digitalisasi. Dengan bimbingan dari mahasiswa LSPR,
kami mulai bisa melihat masa depan dari usaha kecil kami.”, ujarnya.
Mengawali pelaksanaan ‘Jejak Berdaya’, terdapat serial film dokumenter bertajuk ‘Jejak
Cerita dari Gang Sempit’ yang membantu menyebarkan kisah inspiratif warga Kampung
Bedeng melalui media sosial. Selain itu, diadakan pula sejumlah pelatihan yang berfokus
pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan terkait pemasaran digital serta
pengembangan produk bersama Setali Indonesia, komunitas yang bergerak di bidang
fesyen berkelanjutan, serta sejumlah dosen dari LSPR Institute of Communication and
Business.
Sebagai momen perayaan dari pencapaian yang telah diraih selama kampanye
berlangsung, Puncak ‘Jejak Berdaya’ diadakan pada Sabtu (28/6) dengan menghadirkan
sejumlah acara utama, seperti Jelajah Jejak, kegiatan fun walk yang mengajak peserta
untuk mengenali potensi Kampung Bedeng lewat berbagai permainan interaktif yang
seru dan edukatif berkonsepkan treasure hunt. Menambah semarak acara, terdapat ‘Jejak
Warna’ yang memberi kesempatan para peserta untuk menunjukkan dukungan pada
produk lokal melalui kegiatan melukis di atas hasil karya Kampung Bedeng. Aktivitas ini
diikuti langsung Finalis Mr. & Ms. LSPR 2025, Duta Universitas Tarumanegara 2024, dan
Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta 2024 bersama para
Puteri Indonesia 2024

Serangkaian kampanye pun berakhir dengan Upacara Penutupan yang diisi dengan
simbolisasi peluncuran ‘Bedeng Goes Digital’ dan ‘Jejak Kotak Berdaya’, serta penayangan
episode terakhir dari film dokumenter ‘Jejak Cerita dari Gang Sempit’ berjudul ‘Menjalin
Harapan, Menjejak Masa Depan’. Upacara Penutupan yang dihadiri langsung Utusan
Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, ini kemudian ditutup dengan peragaan
busana dari Mr. & Ms. LSPR 2024 yang menampilkan hasil produk dari Kampung Bedeng.
Amadeo, Kepala Kelurahan Cempaka Putih Timur menyatakan, “Kehadiran tim ‘Jejak
Berdaya’ dari LSPR Institute sangat melengkapi inisiatif kami dalam berkontribusi
langsung pada penguatan masyarakat serta layak menjadi contoh kolaborasi ideal antara
pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan mitra swasta.” Selain itu, dukungan juga
datang dari Zita Anjani yang percaya bahwa pariwisata ke depan harus berbasis
komunitas. “Kampung Bedeng adalah salah satu contoh bagaimana sektor pendukung
pariwisata bisa tumbuh dari akar rumput dengan tetap mempertahankan kearifan lokal
yang didukung inovasi warganya serta kolaborasi yang tulus.”, pungkasnya.
Akhirnya, ‘Jejak Berdaya’ tidak hanya menandai perubahan semata di Kampung Bedeng,
melainkan juga menumbuhkan kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kampung
tersebut sebagai bagian dari warga Jakarta secara khusus dan masyarakat Indonesia
secara umum.
***
Tentang LSPR Institute of Communication & Business
LSPR Institute of Communication & Business atau Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR
merupakan sebuah institusi pendidikan tinggi yang berdiri sejak tahun 1992 atas prakarsa
Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR yang berfokus pada bidang Ilmu
Komunikasi dan Bisnis dengan komitmen besar untuk terus mewujudkan lulusan yang
berkualitas dan siap bersaing di dunia profesional. Institusi ini terus berkembang dengan
memperluas jurusan serta konsentrasi yang dimilikinya hingga menjadi lembaga edukasi
terkemuka di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan industri yang dinamis.
Tentang 'Jejak Berdaya'
‘Jejak Berdaya’ merupakan sebuah kampanye pemberdayaan masyarakat prasejahtera,
khususnya pelaku UMKM yang diinisiasi LSPR Institute of Communication and Business.
Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas usaha mikro melalui pelatihan,
edukasi, dan pendampingan berkelanjutan. Program ini secara khusus menyasar
komunitas yang menghadapi keterbatasan akses terhadap informasi, modal, dan
teknologi dengan tujuan mendorong mereka untuk bangkit dan berkembang secara
mandiri tanpa terhalang oleh kondisi sosial maupun ekonomi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Lorong Sempit ke Panggung Nasional: Inovasi RT Pro-Lingkungan Dr. Taufiq Supriadi Disorot di Sumedang

Sumedang, 1 November 2025 , Bupati Kepala Daerah Kabupaten Sumedang mengundang secara resmi  Dr. Taufiq Supriadi sebagai  narasumber pada acara  Sharing Session bertajuk "Menjaga Kelestarian Lingkungan dalam rangka mend ukung Asta Cita”  di Gedung Negara kabupaten Sumedang. (1/11/2025). Pemerintah Kabupaten Sumedang mengapresiasi kiprah Dr.  Taufiq Supriadi, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang memantik gerakan warga melalui inovasi lingkungan berbasis ekonomi kerakyatan dan tata kelola digital di tingkat RT. Apresiasi tersebut dinyatakan dalam Sharing Session “Menjaga Kelestarian Lingkungan dalam rangka mendukung Asta Cita”  Pada forum yang dihadiri jajaran kecamatan, kepala desa, serta perwakilan RT/RW se- Kabupaten Sumedang, Dr. Taufiq memaparkan model RT Pro-Lingkungan, diantaranya mengubah saluran air menjadi kolam budidaya Lele bertingkat, memggunakan biopori untuk membuat kompos, serta mengakselerasi transparansi RT melalui...

Kepala KPP Pratama Bandung Bojonegara Belajar dari Lorong Beton Malaka Jaya: Bagaimana RT Bisa Menginspirasi Pencegahan Krisis Planet

Jakarta Timur, Sabtu 13 September 2025 –  Di tengah kesibukan mengurus penerimaan negara, Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Bandung Bojonegara, Dr. Tubagus Oviudin, meluangkan waktu untuk turun langsung ke lorong-lorong padat penduduk RT8 RW4 Malaka Jaya, Jakarta Timur. Beliau hadir didampingi oleh pejabat fungsional pajak Tendi dan Roy, untuk mempelajari bagaimana sebuah RT mampu menjadi ikon nasional pencegahan krisis planet. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi bagian dari upaya KPP Pratama Bandung Bojonegara untuk melihat implementasi nyata pengelolaan lingkungan hidup, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi yang bisa diadaptasi di lingkungan kantor maupun komunitas pajak. “Saya kagum, di lorong beton sempit ini ternyata warga bisa mengubah saluran air, dinding, hingga atap menjadi sumber pangan, energi, dan edukasi. Inovasi seperti ini yang ingin kami pelajari agar semangatnya bisa menular ke instansi pemerintah, termasuk di KPP kami,” ujar Dr. Tubagus Oviudin. Men...

Wisudawan Inspiratif Universitas Terbuka 2025, Dr. Taufiq Supriadi, S.E., S.H., Belajar Sepanjang Hayat, dari RT ke Tiongkok

Dr. Taufiq Supriadi, S.H., bersama Istri dan Ibunda 83 Tahun mendapatkan penghargaan Wisudawan Inspiratif Universitas Terbuka 2025 Pondok Cabe, 28 Oktober 2025 Universitas Terbuka (UT) kembali menorehkan kebanggaan melalui sosok inspiratif Dr. Taufiq Supriadi, dosen bersertifikat nasional berpangkat Lektor (IV/b) dan pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), yang resmi diwisuda sebagai Sarjana Hukum Fakultas Hukum, Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Momentum itu menjadi simbol bahwa semangat pemuda untuk terus belajar dan bersatu membangun bangsa tidak mengenal usia maupun jabatan. Taufiq Akademisi, Inovator, dan Ketua RT yang Mendunia. Di luar kampus, Dr. Taufiq dikenal sebagai Ketua RT 008 RW 004 Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang berinovasi mengubah lingkungan padat penduduk menjadi pusat inovasi hijau dan pemberdayaan ekonomi warga. Ia menggagas Inovasi Pusat Percontohan Pencegah Krisis Planet kolaborasi urb...